Cara Mengatasi Alergi Akibat Sabun Deterjen

Iklan Semua Halaman

Cara Mengatasi Alergi Akibat Sabun Deterjen

Senin, 28 Oktober 2019
Cara-Mengatasi-Alergi-Akibat-Sabun-Deterjen

Alergi yang ditimbulkan karena penggunaan sabun pencuci baju sudah menjadi hal yang wajar. Namun tingkat keparahan yang dialami setiap bayi tentu tidaklah sama. Jika dirasa bayi memiliki tingkat keparahan alergi atau iritasi yang sudah tidak bisa ditoleransi, maka sebaiknya Anda menggunakan deterjen khusus baju bayi atau dengan melakukan cara lain untuk mengatasi alergi akibat sabun deterjen. 

Berikut ini cara mengatasi alergi akibat sabun deterjen: 

1. Ganti deterjen 

Alergi yang ditimbulkan pada penggunaan deterjen memang berbeda antara penggunaan bahan dari merek yang satu dengan yang lainnya. Jika dirasa Anda tidak cocok menggunakan merek deterjen yang 1 maka sebaiknya Anda menggantinya dengan deterjen yang lain. Pilihan deterjen terbaik yang bisa Anda pilih yaitu Sleek Baby yang memiliki Kandungan pH rendah sehingga cocok untuk kulit bayi yang memiliki kulit sensitif. 

2. Pilih deterjen bayi dengan teliti 

Bayi yang baru lahir atau masih berusia sangat muda kisaran 1 hingga 3 bulan memang lebih beresiko terhadap alergi pada kulit. Untuk mengatasi hal ini Anda bisa memilih deterjen bayi 1 bulan yang memiliki kandungan khusus sehingga tidak akan menimbulkan alergi pada kulit bayi. Pada biasanya kandungan deterjen khusus bayi tidak mengandung pewangi, zat kimia pemutih maupun kandungan lainnya yang bisa menimbulkan iritasi pada kulit bayi. 

3. Menggunakan obat khusus alergi 

Iritasi atau alergi yang menyerang pada kulit bayi akan ditandai dengan kemunculan bintik merah seperti ruam. Jika bayi mengalami hal ini sebaiknya Anda menggunakan obat khusus alergi yang bisa didapatkan dari resep dokter. Jangan asal membeli obat alergi yang dijual di Apotek karena masing-masing bayi memiliki kondisi kulit yang tidak sama. 

Merawat bayi memang dapat dikatakan susah-susah gampang, hal ini dikarenakan kondisi kulit bayi yang masih sangat tipis dan lembut sehingga lebih rentan terhadap alergi. Jika bayi mengalami iritasi atau alergi maka orang tua tidak boleh mengabaikan hal ini karena jika dibiarkan dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada bayi sehingga seringkali membuat bayi rewel.